Menulis Berita, Part 7

Edition
Universitas Prenada
Jakarta.

Tanpa mengganggu aliran berita tersebut di atas, paragraf kedua memuat apa yang sudah terjadi sebelumnya. Berita ini memuat beberapa contoh kata transisi yang bagus, seperti penggunaan sinonim “perubahan” untuk pembangunan dan penggunaan “selain perubahan” untuk menghubungkan fakta dari paragraf sebelumnya. Paragraf nya pendek-pendek, dan kutipan dimasukkan dalam paragraf baru, termasuk kutipan tak langsung dari respon arsitek WSM Ade Sukonde. Paragraf terakhir juga menyimpang dari bentuk piramida terbalik karena paragraf ini menyajikan beberapa informasi baru yang tidak bisa dibuang dari berita.

ATRIBUSI DAN KUTIPAN

Mengaitkan sumber fakta dan opini dalam berita, memberitahu pembaca dari mana informasi diperoleh dan siapa yang memberikan atau mengatakannya, adalah aspek penting dalam membangun profesionalisme dan kenetralan serta kredibilitas medium berita. Pembaca perlu mengetahui bahwa reporter mendapatkan fakta dari sumber yang terbaik dan opini yang diekspresikan bukan opini reporter.
Dengan memberitahu pembaca tentang sumber berita dan fakta, reporter juga memberi kesempatan kepada pembaca untuk memberi penilaian terhadap fakta. Kebutuhan untuk memisahkan fakta dengan opini juga penting. Pembaca layak mengetahui opini siapa yang dikemukakan dalam berita. Sebuah berita bukan tempat bagi reporter untuk mengekspresikan opininya sendiri, sekalipun opini itu ringan seperti: “upayanya membuahkan hasil.” Seorang reporter punya kesempatan untuk mengekspresikan opininya hanya dalam kolom opini atau editorial bukan dalam berita.
Opini yang tidak disebutkan sumbernya dalam sebuah berita dinamakan editorializing. Reporter dan editor yang menemukan opini yang tidak dikaitkan dengan sumbernya, meski opini itu tidak mengganggu, harus segera membuangnya dari berita. Misalnya mungkin tidak apa-apa menggunakan kata sifat “cantik” di depan kata benda “hiasan” saat menulis sebuah berita tentang acara pesta, tetapi kecuali ada orang yang diwawancarai reporter mengatakan bahwa hiasannya indah, kalau tidak maka kata sifat itu harus dihapus.
Terkadang opini dapat dihubungkan ke sumber umum jika penilaiannya diterima oleh hampir semua orang yang membaca berita itu. Misalnya, “Upayanya itu sukses, menurut banyak orang yang menyaksikan perjuangannya.“ Reporter tidak menghubungkan “ sukses” kepada orang yang tak spesifik, tetapi kepada banyak orang. Ini secara etis dapat dilakukan jika reporter sudah benar-benar bertanya kepada sejumlah orang yang berpartisipasi dalam acara itu. Dan mayoritas yang menyaksikannya sepakat menyebutnya sukses.
Tidak setiap fakta dalam berita perlu dihubungkan jika fakta itu semuanya dari sumber yang sama. Setelah atribusi fakta diletakkan di awal berita, pembaca mungkin mengasumsikan fakta selanjutnya adalah dari sumber yang sama. Namun atribusi tambahan ke sumber yang sama bisa menjadi sarana penghubung yang baik. Beberapa fakta adalah pengetahuan umum dan karenanya tak perlu diatribusikan ke sumber. Terkadang pembaca jelas tahu bahwa fakta itu adalah pengetahuan dari tangan pertama sebab reporter menyaksikan kejadian fakta tersebut. Seorang reporter harus menggunakan akal sehat dan pemahaman umum untuk menentukan fakta mana yang perlu atribusi dan mana yang tidak.
Kata kerja yang baik untuk atribusi kutipan langsung adalah kata, mengatakan atau ujar/tutur. Kadang-kadang bentuk dikatakan juga bisa dipakai. Mengatakan adalah pilihan yang bagus untuk kutipan langsung jika pernyataan itu adalah pernyataan “khas” si pembicara. Berikut ini beberapa contoh.

Kutipan langsung
“Kekerasan di sekolah akan berhenti apabila murid belajar menghargai temannya yang mungkin berbeda warna kulit atau agama, etnis dan orientasi seksual,” kata psikolog social John Fadil.

Kutipan tak langsung
Menurut psikolog social John Fadil kekerasan akan berhenti di sekolah apabila murid saling menghormati satu sama lain dan tidak membeda-bedakan warna kulit, agama, etnis dan orientasi seksual.

Baca Selanjutnya
Menulis Berita, Part 7 Menulis Berita, Part 7 Reviewed by Presiden Kacho on 00.20 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.