The 13th Room, Bagian KeTujuh


SEQUENCE 22
TEMPAT PARKIR JOGLO - ASHAR


{Bedhoot terlihat sudah di Tempat Parkir, sambil ngobrol dengan beberapa karyawan Pak Karyo sembari duduk di atas sepeda  motor Andy, ini sudah waktu pulang Jam kerja sudah selesai. Tak lama kemudian Andy, Djodi dan Rima sudah memasuki halaman Joglo menuju tempat Parkir}

RIMA :Gimana Dhoot mandinya tadi Puass..?!

BEDHOOT :Wah baru tadi Aku Puas banget mandinya, karena sebelumnya pas aku ke sana sedang hari libur, so banyak yang berwisata ria dan kamu tahu sendiri mandi berebutan di pancuran, pasti kagak enak bukan...?! makanya pas kalian lihat tadi aku puas-puasin diri mandinya, (Bedhoot berlagak seperti penampilan seorang Visual dalam sebuah iklan, sedikit bergaya geniit) Abiss gak ada orang sih.

ANDY            :(Andy ketika baru sampai barusan juga ikut terlibat ngobrol dengan salah seorang karyawan, cuma sebentar) Well Kawan kita siap berangkat balek Jogya niee, mana Djodi (Bertanya pada Bedhoot dan Rima)

BEDHOOT :Tadi aku lihat di belakang mu, tak kira ikut ngobrol dengan mu.

ANDY            :Aku juga berharap begitu tapi dia gak ikut ngobrol, tadi cuma aku aja sama Pak samat (Pak samat salah seorang pemahat profesional di joglo pak Karyo)

RIMA :Itu Djodi...(Sambil menggerakkan kepalanya sebagai petunjuk ke arah kedatangan Djodi)

ANDY            :(Dalam logat Sumatera Utara) Hey...Mana aja Kau

DJODI            :Sorry aku kebelet kencing

BEDHOOT :Syukurlah tak kira kamu sudah di makan Dhemit (Dhemit adalah makhluk halus menurut kepercayaan bangsa Jawa, Dhemit ini sebangsa gondoruwoe, tentu Bedhoot cuma becanda saja pada Djodi)

RIMA :Sudah lah Ayo berangkat sekarang ntar kemalaman di jalanan lagi.

ANDY            :Ok...(Sambil menuju Motor nya yang sudah di duduki Bedhoot)

DJODI            :(Sementara Djodi juga menuju motor yang sudah ada Rima di sana) Well...terus mo tunggu apa lagi

ANDY & BEDHOOT           :Ayoo (Sambil melaju dari tempat parkir tersebut)

{Tampak Djodi dan Rima juga bergerak mengikuti mereka, kemudian menghilang di kejauhan}

SEQUENCE 23
PERKAMPUNGAN PPINGGIR KALI CODE-PAGI HARI


{Hari ini Rima dan Djodi bersepakat mewawancarai bebearapa orang Awam, di mulai dari perkampungan semi kumuh Kali Code. Mereka mewawancarai beberapa orang Awam, terutama orang-orang yang telah lanjut usianya. Wawancara ini di rekam dengan sebuah Camera video, Djodi pada posisi Cameraman dan Rima Sebagai Interviewer, hampir setengah hari mereka menghabiskan waktu di Perkampungan yang menempati Area aliran Kali Code tersebut, semua wawancara di perkampungan ini di insert sebagai visual Silence, hanya berupa gambar hasil wawancara saja masing Stock wawancaranya di sajikan sangat cepat hanya 1-2 detik saja, hanya satu hasil wawancara nya yang audionya di perdengarkan.

Sebuah gambar Audio Video, terlihat Rima dan satu orang nara sumber sedang di wawancara oleh Rima}

RIMA :Apa Pengaruhnya Bila seseoarng mendengar suara ringkikan kuda sekitar jam 3 atau 4 pagi, kemudian di ikuti oleh Sekumpulan orang bermain Drum Band.

NARA SUMBER :Itu kalau menurut orang-orang Tua dahulu (Maksudnya orang yang telah tua sebelumnya) mengatakan, bila seseorang telah mendengar Suara tersebut khususnya bagi para pendatang, maknanya seseorang tersebut telah mendapat signal peringatan dari penguasa Ghaib di sini, bahwa seseoarng tersebut sudah tinggal lebih dari 5 tahun. terus Apabila dia masih tetap tinggal 1.5 atau 2 tahun berikutnya seseorang tersebut diperdengarkan lagi suara yang sama, yang kedua ini bermakna Seseoarng tersebut sudah diterima sebagai Warga baru yang menempati daerah di sini, hal ini berarti seseorang tersebut akan sulit meninggalkan Jogya untuk seterusnya. Karena bunyi-bunyian yang diperdengarkan tersebut merupakan pengangkatan dan pengukuhannya secara ghaib oleh penguasa ghaib di sini.

RIMA :Lalu suara kuda siapa, yang terdengar sebelum suara Drum Band mengikutinya...

NARA SUMBER :Itu suara kereta kuda Nyai Ratu memimpin Carnaval tersebut. Secara ghaib dia di percaya menguasai daerah disini

RIMA :Terus siapa para Pemain Drum Band yang mengikuti suara Kuda tersebut pak.

NARA SUMBER :Para pemain Drum Band itu semasa hidupnya dulu adalah Para Pendramband Istana Mataram

RIMA :Setahu Bapak sejauh mana hubungan para Raja Mataram dengan Nyai Ratu Penguasa laut selatan yang dipercaya menguasai daerah ini secara ghaib itu

NARA SUMBER :Banyak Versi Cerita mengenai hubungan antara mereka, namun Pastinya hal itu di luar wewenang saya untuk mejelaskannya, Takuut Salahhhhhhhh, he he (Saat tertawa semua Gigi kakek nara sumber ini terlihat ompong).

RIMA :Terima kasih Kek, ini pertanyaan terakhir dari saya “Apa Kakek pernah mendengar bahwa ada kamar dengan urutan nomor khusus pada setiap Hotel di kota ini di peruntukkan untuk siapa...?”

NARA SUMBER :Ya itu tadi untuk sang Nyai Ratu Penguasa Ghaib Daerah ini.


{Rima memberi kode Cut Kepada Djodi pertanda Wawancara ini sudah selesai, kemudian Djodi mendekat ke arah Rima dan kakek Nara Sumber itu menyalaminya sambil megucapkan banyak terimakasih, Rima juga melakukan hal yang sama seperti Djodi. setelah berbasa basi sebentar lalu mereka Coii dari Ruma Kakek Tua tersebut}


SEQUENCE 24
JALANA YOGJA - PETANG MENJELANG SORE


{Sepanjang Jalan X, beberapa Tukang becak Stand Bye menunggu sewa ada juga di antara mereka yang tertidur di atas becak mereka, beberapa Kios menghiasi Trotoar Jalan tersebut, lalu lintas masih lenggang. Rima Dan Djodi merasa perlu memasukkan beberapa scene hasil wawancara dengan beberapa Tukang Becak, penjual kaki lima dan siapa saja  yang akan mereka temui di jalan ini, karena Hal ini untuk memberi kedalaman kekuatan gambar juga Narasi dari Film Dokumenter yang sedang mereka garap ini. Semua Stock shoot di sini akan ditampilkan secara Flash saja tidak untuk Ilustrasi narasi. Lokasi ini adalah tempat terakhir untuk hari ini, sementara besok mereka berencana mewawancarai beberapa pengelola Hotel}


SEQUENCE 25
LOBBY HOTEL  X - JAM 09:00 PAGI


{Djodi dan Rima terlihat Duduk di sofa lobby tunggu sedang menunggu Pak Soelardjo, Pimpinan management Hotel X, antara mereka telah punya janji wawancara pada jam 09:05 pagi, tetapi sampai sekarang pak Soelardjo belum kelihatan batang hidungnya, padahal dia sendiri yang menyepakati waktunya. Tak lama kemudian terlihat Pak Soelardjo memasuki Hotel, namun kenapa dia tidak menuju ke tempat Djodi dan Rima telah menunggu sedari tadi, karena  janji wawancara di sepakati di ruang tunggu. Namun pak Soelardjo terlihat langsung menuju Ruang kantornya}

RIMA :Wah Gawat Djod...jangan-jangan dia lupa kalau dia punya janji sama kita hari ini...(Rima Sambil melihat Pak Soelardjo menuju Ruang kantor nya)

DJODI            :Mungkin juga, tetapi bisa jadi juga dia merubah tempat wawancaranya

RIMA :Maksud mu...?!

DJODI            :Ya bisa jadi dia ingin kita mewawancarainya tidak di tempat terbuka seperti ini, karena wawancara ini sangat sensitive

RIMA :Ok...Bisa jadi juga, namun paling tidak dia kan bisa memberitahukan kita saat dia masuk tadi, padahal dia tahu kalau kita sudah menunggu sesuai kesepakatan, lagian tadi aku sempat menangkap matanya melirik ke arah kita...

DJODI            :Kita akan menunggu beberapa saat, bila dia juga tidak muncul atau mengirim seseorang kepada kita. kita akan menyusulnya.

RIMA :Well...What Ever. 

{Tak lama kemudian Rima melihat Pak Soelardjo berjalan ke arah luar Hotel sangat terburu-buru, di luar telah menunggu mobil siap mengangkutnya}

RIMA :(Rima mengoncang-goncang tubuh Djodi, sambil menunjuk ke arah Pak Soelardjo sedang menuju mobilnya) Djod...Djod...Djod...lihat...Pak Soelardjo malah Pergi

DJODI            :(Djodi yang sudah siap dengan Camera di tangannya, lalu mengejar Pak Soelardjo) Wah ini gak bisa dibiarkan, Ayoo Rim

{Sesaat Pak Soelardjo hendak naik Mobil, Rima berhasil mencapainya. Sementara itu Djodi yang gak ingin kehilangan moment. Adegan tersebut langsung di abadikan }

RIMA :Pak...Pak Soelardjo. Maaf Pak kemaren kita telah sepakat wawancara dengan Bapak hari ini

PAK SOELARDJO :(Bergaya Sok Lupa) Oh Iya saya lupa, ada janji mendadak. Kamu datang besok lagi aja

RIMA :Jam berapa Pak...

PAK SOELARDJO :(Sudah di dalam mobil, pintu belum di tudup) Jam 09:00 pagi (Kemudian pak Lardjo menutup pintu mobil dan pergi)

RIMA :(Rima menghela nafas lalu menuju ke tempat Djodi berdiri) Aaah payah...kita dimainin...Dasar...!

DJODI            :(Sambil menutup lensa Camera) memang payah, seperti orang bersalah aja, harus menghindar segala, seperti Koruptor puluhan trilion yang di Ibukota negeri aja yaa...

RIMA :Bikin kesel bangat, lebih enak wawancarai sama Jin atawa hantu, kita gak perlu ngejar malahan sebaliknya kita yang di kejar-kejar semenjak dua bulan terakhir.

DJODI            :Ha ha ha...

RIMA :Ngapa ketawa Emang ada yang lucu pa,...

DJODI            :Muka mu kalau lagi kesel jadi tirut gitu, manis siih cuma kok lucunya lebih ketara dari manisnya, ha ha ha ahaaaaaaah, sory Rima (Sambil mengab-mengab) jangan marah tiba-tiba saja aku jadi sangat terhibur melihat kamu,...Thanks...Thanks bangat kamu memang makhluk paling Manis bagi ku (Djodi coba menetralkan kondisi)

RIMA :Emang aku Wanita penghibur mu, Enak Aja...

{Rima cabut dari tempat tersebut, lalu Djodi mengejarnya}

DJODI            :AaaaaaaaaaKan Kamu marah Aku kan cuma becanda Riimaaaa...?! Dan kamu bagi ku bukanlah penghibur seperti yang (Tiba-tiba Djodi terdiam sejenak, karena Dia merasa tali sepatunya lepas dan terinjak oleh sepatu yang satunya dan Djodi harus mengikat kembali) kamu (Menunjuk ke arah Rima) maksudkan. Percayalah (Tiba-tiba suasana nya berubah serius) percayalah Rima

RIMA :(Sekarang malah Sebaliknya Rima yang tertawa terbahak sambil tetap berjalan menuju tempat parkir) ha ha ha ha...Emang enak dikerjain (Sambil berlarian menggapai Motornya) kosong-kosong, kosong-kosong

DJODI            :Benar nie kamu gak ngambek lagi...?! (Diam sebentar seperti kecele, merasa telah dikerjai, namun tiba-tiba Djodi menduduk dengan kedua lututnya, tentu ini hanya canda) Oh...thanks alot  Rima...thanks you banget...(Kemudian berdiri dan tertawa sepuas-puasnya, Ntah kenapa hari ini mereka terlihat beda Ngak kaku seperti sebelumnya, terutama setelah pulang dari lokasi Penelitian Andy Dan Bedhoot, sekarang mereka lebih terlihat santai, dinamis dan tentu benih-benih cinta yang terpendam kekeringan selama ini sudah mulai menemui mendungnya tinggal menunggu hujan)


{Kemudian mereka meninggalkan Hotel X, karena ada beberapa pemilik atau pihak managemen hotel lain yang harus mereka Wawancarai. Tak lama setelah itu mereka terlihat memasuki Hotel H}


Baca Selanjutnya
The 13th Room, Bagian KeTujuh The 13th Room, Bagian KeTujuh Reviewed by Presiden Kacho on 23.16 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.