Penulisan artikel Jurnalistik, part 5


bahkan dewan komisaris atau dewan direktur dibelakang media, antaranya menjadi bayang-bayang “isi” tulisannya.
Tajuk Rencana, menurut Maman Suherman (1993), dulu dikenal nama induk karangan, dari bahasa belanda “hoofd artikel”. Dalam bahasa inggris dikenal dengan nama “leader”. Kini biasa disebut editorial, atau disingkat dengan tajuk.
Suherman lalu mengajukan beberapa unsure penting dalam tajuk rencana.
Fakta. Fakta menjadi factor penting. Berdasar fakta, berbagai opini tajuk rencana dibuat. Gambaran permasalahan dideskripsikan, dan dicarikan atau diusulkan jalan keluarnya. Tanpa landasan fakta, pendapat (opini) sebuah media akan dinilai sebagai fitnah. Tapi, media si pembuat tajuk itu akan rugi, kehilangan kredibilitas profesionalismenya.
Interpretasi. Interpretasi menjadi proses penting lain. Menurut kamus komunuikasi, susunan Onong U. Effendy (1989:189), interpretasi adalah proses memadukan kegiatan memahami suatu fenomena dengan kegiatan mengungkapkan, menerangkan, dan menerjemahkannya menjadi suatu pesan yang siap untuk dikomunikasikan kepada orang lain.
Opini. Opini di sini merupakan pernyataan media terhadap persoalan yang tengah dibahasnya. Melalui pernyataan-pernyataanya, sikap sebuah media terlihat. Dan masyarakat paham.
Fungsi Tajuk Rencana
William Pinkerton Menjelaskan tujuan sebuah tajuk sbb;
• Menjelaskan berita (Explaining the News)
Tajuk menjelaskan kejadian-kejadian penting kepada masyarakat. Ia mengganti peran guru: menerangkan bagaimana suatu peristiwa terjadi, atau hal-hal apa saja yang mengharuskan perubahan sebuah kebijakan pemerintah atau buruknya dampak sebuah keputusan public.
• Menjelaskan Latar Belakang (Filling in Background)
Tajuk menginformasikan berbagai hubungan yang terjadi pada berbagai peristiwa yang terpisah. Peristiwa yang terjadi sebelumnya digambarkan dan dihubungkan dengan peristiwa actual yang tengah dibahasnya. Fakta-fakta politik, ekonomi, atau social, yang terkait dengan permasalahan dikorelasikan.
• Meramalkan (Forecasting the Future)

Baca Selanjutnya:


Catatan Kaki:
[1] Maman Suherman, 1993, Makalah seminar ilmiah interen, Fikom Unisba
Penulisan artikel Jurnalistik, part 5 Penulisan artikel Jurnalistik, part 5 Reviewed by Presiden Kacho on 02.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.